Ticker

6/recent/ticker-posts

Momentum Perpisahan Penuh Makna, SMA Plus Riau Lepas Siswa Siswi Generasi XXVI

Jejak Hukum | Pekanbaru – Suasana haru dan bangga menyelimuti halaman Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri Plus Provinsi Riau saat acara pelepasan siswa/siswi Generasi XXVI, Senin (13/4/2026) pagi. 

Berikut, Sebanyak 185 siswa resmi dilepas setelah menempuh pendidikan selama kurang lebih tiga tahun di sekolah unggulan tersebut. 

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Ria, H. Erisman Yahya, M.H., Kepala SMA Negeri Plus Provinsi, Riau Edi Sutono, M.Pd., Ketua Komite, Zulfan Efendi, serta mantan Gubernur Riau sekaligus pendiri SMA Plus Brigjen (Purn) Shaleh Yazid, S.H. Turut hadir orang tua/wali murid yang turut menyaksikan momen penuh makna itu.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau, Erisman Yahya, menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada seluruh siswa yang telah menyelesaikan pendidikan. Ia menegaskan, bahwa kelulusan bukanlah akhir, melainkan awal perjalanan menuju masa depan yang lebih luas.

“Jangan pernah menyerah. Kalian telah dibina menjadi pribadi yang tangguh. Kami yakin, di masa depan kalian akan menjadi generasi hebat, bahkan pemimpin bangsa,” ujarnya.

Ia juga menyoroti komitmen pemerintah yang terus meningkatkan kualitas SMA Plus Riau, baik dari segi tenaga pendidik maupun sarana dan prasarana. Bahkan, ke depan sekolah ini didorong untuk masuk dalam program Sekolah Unggul Garuda Transformasi, agar mampu mencapai standar pendidikan yang bertaraf internasional.

Sementara itu, Kepala SMA Negeri Plus Provinsi Riau, Edi Sutono menyampaikan pesan mendalam kepada para siswa. Ia berharap lulusan SMA Plus tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, beriman, dan disiplin.

“Dalam hidup ini, kegagalan bukanlah akhir. Jika jatuh, bangkitlah. Jika gagal, coba lagi. Dengan usaha dan doa, insyaAllah kalian akan mencapai cita-cita,” pesannya.

Edi juga mengungkapkan rasa haru saat “mengembalikan” para siswa kepada orang tua mereka setelah tiga tahun dibina di lingkungan sekolah dan asrama.

Perwakilan orang tua siswa, H. Zulfahmi S.Pi, M.Si., menyampaikan rasa terima kasih kepada pihak sekolah dan para guru yang telah menjadi “orang tua kedua” bagi anak-anak mereka. Ia menilai dedikasi para pendidik telah membentuk karakter siswa menjadi lebih mandiri, siap menghadapi masa depan.

Senada dengan itu, Ketua Komite SMA Plus Riau, Zulfan Efendi mengapresiasi peran aktif orang tua dalam mendukung terselenggaranya acara pelepasan, dinilai sebagai salah satu yang terbaik. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan pemerintah dalam mendorong kemajuan pendidikan.

“Dari generasi ini, kami optimis akan lahir pemimpin-pemimpin masa depan di berbagai bidang,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan siswa kelas XII, Zuhri Al-Fayed menyampaikan rasa terima kasih kepada guru dan pembina asrama atas bimbingan selama ini. Ia juga mengenang perjalanan tiga tahun penuh perjuangan, kebersamaan, dan pengalaman berharga yang tidak akan terlupakan.

“Perpisahan ini bukan akhir, tetapi awal dari perjalanan baru. Kami akan membawa semua nilai dan kenangan dari SMA Plus ke mana pun kami melangkah,” ungkapnya.

Acara pelepasan berlangsung sederhana namun penuh makna, mencerminkan nilai kebersamaan dan kedekatan emosional antara siswa, guru, dan orang tua. Momen ini menjadi penutup perjalanan pendidikan di SMA Plus sekaligus awal langkah baru bagi Generasi XXVI dalam menggapai masa depan.

Editor: Gurgur Saut.