Jejak Hukum | Pekanbaru - Pemerintah kota Pekanbaru (Pemkot) telah melakukan peninjauan di lapangan terkait distribusi minyak goreng subsidi "Minyakita". Kendati pun demikian masih ada laporan dari masyarakat bahwa minyak goreng subsidi Minyak Kita kerap terjadi harga melambung tinggi dan kelangkaan dari minyak tersebut di pasaran tradisional Pekanbaru, hari Jumat, (25/04/2026).
Menyikapi kenaikan harga Minyakita yang melambung tinggi (bahkan tembus hingga Rp20.000+ per liter di beberapa daerah) dan stok yang langka, langkah strategis yang perlu dilakukan adalah efisiensi penggunaan minyak, beralih ke alternatif metode memasak, melaporkan penimbunan, dan pemantauan harga HET oleh pemerintah.
Terkait hal tersebut, Ketua DPW PWMOI Provinsi Riau, H. Rio Kasairy, melalui Ketua OKK Dewan Pimpinan Wilayah Perkumpulan Wartawan Media Online Indonesian (DPW PWMOI) Provinsi Riau, Haristio Citra War Deni, CPLA., didampingi oleh Bidang Advokasi DPW PWMOI Riau, Akel Fernando, SH.MH, kepada awak media meminta kepada Walikota Pekanbaru, H. Agung Nugroho, S.E, M.M., agar segera mengevaluasi kinerja jajarannya, dalam hal ini Kadisperindag kota Pekanbaru.
Deni juga meminta agar Kadisperindag Kota Pekanbaru untuk lebih sering blusukan langsung ke pasar-pasar tradisional, hal ini agar mengetahui lebih detail dan real keadaan stok maupun harga penjualan di pasaran.
"Saya berharap kepada masyarakat agar melaporkan ke pihak Kepolisian apabila ditemukan penimbunan oleh oknum yang memanfaatkan kelangkaan, karena Kenaikan harga sering kali diperparah oleh kendala distribusi," ujar Deni.
"Apabila minyakita langka, masyarakat bisa juga beralih ke Minyak Nabati lain, artinya masyarakat bisa menggunakan minyak alternatif seperti minyak kelapa (coconut oil) atau minyak zaitun untuk opsi yang lebih sehat meskipun harganya berbeda," tambah Deni
"Pantau kebijakan pemerintah mengenai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang saat ini, di mana pedagang tidak boleh menjual jauh di atas harga HET," tutup Deni
Lebih lanjut, awak media telah mencoba melakukan Konfirmasi kepada Wali Kota (Wako) Pekanbaru, H. Agung Nugroho, S.E, M.M., melalui Chat Whatsapp (WA) perihal situasi tersebut, hingga saat berita ditayangkan tak adanya tanggapan konfirmasi dan klarifikasi dari beliau.
Tim Redaksi.