Ticker

6/recent/ticker-posts

BEM Kristiani Apresiasi Presiden Prabowo Masuk Board of Peace di Tengah Ketegangan AS–Israel vs Iran


Jejak Hukum | Jakarta
,- 1 Maret 2026 — Koordinator Pusat Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Kristiani Seluruh Indonesia, Charles, menyampaikan apresiasi terhadap langkah Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang bergabung dalam Board of Peace bentukan Amerika Serikat.


Menurut Charles, keputusan tersebut merupakan langkah strategis yang mencerminkan komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas dan keamanan nasional di tengah dinamika geopolitik global yang semakin kompleks.


“Kami menilai langkah Presiden Prabowo untuk masuk ke dalam Board of Peace lebih mengedepankan kepentingan keamanan negara daripada berpotensi menimbulkan konflik di kemudian hari. Dalam situasi global yang penuh ketidakpastian, kebijakan yang mengutamakan stabilitas adalah keputusan yang bijak dan terukur,” ujar Charles.


Ia menambahkan bahwa perkembangan politik internasional saat ini menunjukkan meningkatnya ketegangan di berbagai kawasan, termasuk konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Amerika Serikat, sebagai negara adidaya, telah menunjukkan kekuatannya dalam percaturan global, termasuk melalui langkah-langkah militernya terhadap Iran. Hal tersebut menjadi realitas geopolitik yang tidak dapat diabaikan.


“Mau tidak mau, Amerika telah menunjukkan posisinya sebagai negara super power melalui kebijakan dan kekuatan militernya. Dalam konteks ini, Indonesia sebagai negara berkembang perlu bersikap realistis dan strategis. Tidak ada alasan bagi kita untuk menutup diri dari kerja sama dengan negara maju demi mengikuti perkembangan zaman, baik dalam bidang keamanan, diplomasi, maupun teknologi,” tegasnya.


Charles menekankan bahwa keikutsertaan Indonesia dalam forum internasional seperti Board of Peace tidak berarti meninggalkan prinsip politik luar negeri bebas dan aktif, melainkan menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi Indonesia dalam menjaga perdamaian serta melindungi kepentingan nasional.


Di akhir pernyataannya, Charles juga mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk tetap bersatu dan menjaga kedamaian di tengah situasi konflik global yang sedang berlangsung.


“Di tengah memanasnya konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran, kami mengimbau seluruh masyarakat Indonesia agar tidak terpecah oleh isu-isu global yang dapat memicu perbedaan di dalam negeri. Saatnya kita bersatu, memperkuat persaudaraan, serta menjaga stabilitas dan kedamaian bangsa. Indonesia harus tetap menjadi negara yang menjunjung tinggi toleransi, dialog, dan semangat perdamaian,” tutup Charles.