Ticker

6/recent/ticker-posts

Rumah Zakat Hadirkan 100 Hunian Papan Kayu di Desa Geudumbak, Langkahan, Aceh Utara


Jejak Hukum | Aceh Utara,
- Rumah Zakat berkolaborasi dengan pendekatan pentahelix yang melibatkan pemerintah, masyarakat, sektor swasta, akademisi, dan media dalam menghadirkan hunian yang aman, nyaman, dan bermartabat bagi masyarakat terdampak banjir bandang di Desa Geudumbak, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara.


Dua bulan lalu, banjir bandang melanda wilayah tersebut dan menghanyutkan rumah-rumah warga. Sebagai respons pemulihan pascabencana, Rumah Zakat menggagas pembangunan hunian berbasis pemanfaatan kayu gelondongan yang terbawa banjir, mengubah material perusak menjadi material pembangunan dengan konsep pemberdayaan berkelanjutan.


Kolaborasi ini terwujud melalui dukungan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, khususnya dalam perizinan pemanfaatan kayu gelondongan, serta konsep desain hunian yang dirancang oleh Kepala Laboratorium Teknik Struktur Universitas Gadjah Mada (UGM). 


Selain itu, Kementerian Kehutanan turut mendukung melalui pembersihan lahan dan pengangkutan kayu, serta koordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).


Pada tahap pertama, Rumah Zakat bersama mitra kolaborasi dan sektor swasta menargetkan pembangunan 100 unit hunian papan kayu berukuran 6 x 6 meter. Setiap unit dirancang memiliki dua kamar tidur dan satu ruang serbaguna, yang diharapkan dapat menjadi titik awal bagi warga untuk kembali membangun kehidupan pasca bencana. 


Secara keseluruhan, program ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan hunian bagi sekitar 450 kepala keluarga terdampak.


Program pembangunan hunian ini juga mengedepankan pemberdayaan masyarakat lokal.


Al Razi Izzatul Yazid, selaku Kepala Divisi Kemanusiaan Rumah Zakat, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat.


“ Terima kasih kepada seluruh pihak, Pemerintahan Kabupaten Aceh Utara, BNPB, UGM, Kementerian Kehutanan, Bulaksumur Peduli serta mitra kolaborasi kebaikan Rumah Zakat atas kolaborasi luar biasanya untuk hadirkan hunian yang aman, nyaman dan bermartabat ini. Setidaknya saat ini sudah berjalan 20 kelompok kerja yang merupakan warga lokal yang kami berdayakan untuk pembagunan hunian. Serta juga tukang olah kayu yang sudah kami berdayakan untuk memproduksi papan papan kayu. Mari bersama kita pulihkan Aceh.”


Rumah Zakat berharap kolaborasi ini dapat menjadi model pemulihan pascabencana yang berkelanjutan dan berdampak jangka panjang bagi masyarakat.