Ticker

6/recent/ticker-posts

Selaraskan Asta Cita di Daerah, Bupati Rokan Hulu Hadiri Rakornas Sinergi Program Prioritas Presiden

​Jejak Hukum| Rokan Hulu – Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) nyatakan kesiapannya untuk dukung penuh akselerasi 17 Program Prioritas Presiden dan visi Asta Cita. Hal ini ditegaskan oleh Bupati Rokan Hulu, Anton, ST, MM., saat menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Sinergi Pelaksanaan Program dan Kegiatan Urusan Pemerintahan Umum di Ballroom Hotel Pullman Jakarta Central Park, Kamis (15/1/2026).

​Dalam forum strategis yang mempertemukan kepala daerah se-Indonesia tersebut, Bupati Anton tampak didampingi oleh dua pejabat teras Rohul, yakni Kepala Badan perencanaan pembangunan Daerah (Bappeda), Drs. Yusmar, M.Si., dan Kepala Kesejahteraan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Suharman, NST. Kehadiran tim lengkap ini tunjukkan keseriusan stakeholder  Kabupaten Rokan Hulu dalam mengintegrasikan perencanaan daerah dengan target nasional periode 2025-2029.
​Rakornas dibuka secara resmi oleh Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum (Dirjen Polpum) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Akmal Malik. Sebagai simbol dimulainya sinergi pusat dan daerah, dengan dilakukannya pemukulan gong sebanyak lima kali oleh Direktorat Jenderal (Dirjen) Akmal Malik dengan didampingi Staf Ahli Mendagri Bidang Pemerintahan, Bahtiar dan Sekretaris Direktorat Jenderal (Ditjen) politik dan Pemerintahan Umum (Polpum) Andi Baso Indra.


​Berikut, sambutan Akmal Malik memaparkan secara rinci 17 Program Prioritas Presiden yang menjadi tulang punggung Rencana Pembangunan Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029. Program tersebut mencakup aspek fundamental seperti swasembada pangan, energi, dan air; reformasi hukum dan birokrasi; hingga pencegahan korupsi dan narkoba.
Ada yang menarik dalam arahan Dirjen Akmal Malik. Ia berpesan pesan mendalam mengenai pembangunan karakter (character building) generasi muda melalui hal-hal kecil yang berdampak besar bagi kedaulatan pangan.

Lanjutnya, ​Ia memberikan simulasi: jika 80 juta siswa dari tingkat SMP hingga SMK di Indonesia masing-masing diwajibkan menanam satu batang pohon cabai di sekolah, maka akan tersedia 80 juta batang cabai yang mampu menjaga stabilitas pangan sekaligus membentuk kedisiplinan siswa.

​"Jangan pernah bermimpi yang besar jika untuk menanam satu batang cabai saja tidak bisa. Mari kita fokus pada satu titik, jadikan menanam sebagai instrumen untuk membangun cinta tanah air, tanggung jawab, dan produktivitas anak muda kita," tegas Akmal Malik di hadapan para kepala daerah.
​Usai ikuti rangkaian diskusi panel, Bupati Rokan Hulu, Anton, ST, MM., menyatakan bahwa instruksi dari pemerintah pusat akan segera dibahas secara teknis di daerah. Ia menekankan, bahwa 17 poin prioritas tersebut, terutama yang berkaitan dengan pelayanan kesehatan (BPJS), pemerataan ekonomi melalui UMKM, dan ketersediaan pupuk bagi petani, sangat sejalan dengan kebutuhan masyarakat Rokan Hulu.

​"Apa yang disampaikan oleh Dirjen tadi adalah sebuah pengingat, bahwa sinergi bukan sekadar administrasi tapi harus aksi nyata. Kami di Rokan Hulu akan pastikan program nasional ini "membumi". Dari urusan swasembada hingga penguatan ideologi dan cinta tanah air melalui gerakan produktif di sekolah-sekolah, akan kami koordinasikan segera," pungkas Bupati Anton.

​Melalui Rakornas ini, diharapkan koordinasi antara pusat dan daerah semakin solid, sehingga target besar Indonesia untuk capai kemandirian dan keadilan ekonomi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat di pelosok daerah, termasuk di Negeri Seribu Suluk.

​Sekilas 17 Program Prioritas Presiden yang Dikawal antara lain:
1.​Swasembada pangan, energi, dan air.

2.​Penyempurnaan sistem penerimaan negara.

3.​Reformasi politik, hukum, dan birokrasi.

4.​Pencegahan dan pemberantasan korupsi.

5.​Pemberantasan kemiskinan.

6.​Pencegahan dan pemberantasan narkoba.

7.​Peningkatan BPJS Kesehatan dan ketersediaan obat.

8.​Penguatan pendidikan, sains, teknologi, dan digitalisasi.

9.​Pertahanan negara dan hubungan internasional kondusif.

10.​Kesetaraan gender dan perlindungan hak perempuan/anak/disabilitas.

11.​Pelestarian lingkungan hidup.

12.​Menjamin ketersediaan pupuk, benih, dan pestisida untuk petani.

13.​Hunian berkualitas dan terjangkau.
14.​Pemerataan ekonomi, penguatan UMKM, dan pembangunan IKN.

15.​Hilirisasi dan industrialisasi berbasis SDA.

16.​Kerukunan antarumat beragama dan kebebasan beribadah.

17.​Pelestarian budaya, ekonomi kreatif, dan prestasi olahraga.

Editor: Gurgur Saut