Ticker

6/recent/ticker-posts

DPW FRN Wilayah Riau SDN 006 Sorek Dua Kecamatan Pangkalan Kuras , Butuh Perhatian Pemerintah

Jejak Hukum| Pelalawan - Suasana nyaman hak bagi setiap pelajar dalam memperoleh pendidikan, sebab salah satu faktor pendukung keberhasilan dunia pendidikan. Menjadi Perhatian, masih ada aja fasilitas bangunan gedung sekolah yang memprihatinkan, salah satunya Sekolah Dasar Negeri (SDN) 006 Sorek dua tepatnya pada sisi Jalan Lintas Timur letaknya di Kecamatan Pangkalan Kuras Kabupaten Pelalawan Provinsi Riau, Sabtu (20/12/2025).

Berikut, Kepala SDN 006 Sorek dua, Hj. Delvinis Sofian S.Pd., Saat di temui diruangannya, mengatakan peserta didik SDN 006 Sorek dua berjumlah sekitar 315  siswa dan siswi, sedangkan saat ini fasilitas ruang kelas yang ada hanya 7 ruang kelas, sehingga murid - murid harus belajar dua shift , yaitu masuk sekolah waktu pagi hari, dan di waktu siang hari.

Untuk membuktikan info yang didapat dari Delvinis Sofian, maka pemantauan dilakukan pada saat berlangsungnya kegiatan belajar mengajar, memang benar sekolah tersebut sangat membutuhkan perhatian serius dari Pemerintah daerah (Pemda) Kabupaten pelalawan maupun pusat. Perhatian yang menjadi keharusan untuk diberikan yakni fasilitas penambahan bangunan ruang belajar siswa siswi, Mobiler, ruangan guru. Semua merupakan faktor utama untuk meningkatkan mutu pendidikan siswa siswi saat prosesi belajar-mengajar.

DPW Fast Respon Nusantara  Counter Opinion Polri wilayah Riau berharap kepada pemerintah daerah, agar memprioritaskan pembangunan sarana dan prasarana dunia pendidikan khususnya wilayah kabupaten pelalawan tepat di SDN 006 desa Sorek dua demi ke nyamanan siswa siswi saat mengikuti proses belajar mengajar di sekolah.

"Kami sangat mengharapkan adanya bantuan berupa Tambahan Ruang Kelas belajar, kalau dapat dengan cara bangunan tingkat, karena mengingat kondisi lahan tidak mencukupi. Selain itu juga kita tidak memiliki ruangan guru, begitu juga mobiler, yang mana mobiler pada saat ini benar-benar tidak layak, di ruangan kelas 5 (lima) kursi belajar ada yang terbuat dari plastik ada juga masih memakai kursi yang lama jenis kayu, ungkap Delvinis Sofian.

"Sebelumnya ruangan tersebut bukan ruang belajar pak, Itu Gudang yang kita  sulap  jadi ruangan kelas belajar dan kita juga belum memiliki Ruangan Guru," pungkas Delvinis Sofian.

Pada saat moment pembagian 'Raport' hasil pembagian nilai belajar siswa siswi kepada orang tua murid, dikejutkan satu orang tua murid harus terjatuh kelantai sebab kursi yang diduduki patah karena tak layak pakai. Mirisnya lagi ruangan kelas belajar separuh nya berdindingkan sebagian lagi tidak.

Terkait persoalan yang dialami oleh SDN 006 tersebut, konfirmasi dilakukan kepada Kepala Dinas (Kadis) Disdikbud Kabupaten Pelalawan, Leo Nardo S.Pd., M.M.. Sampai berita ini tayang tak ada tanggapan. (Tim Redaksi)